• SERIAL SEMINAR NASIONAL REFORMASI SISTEM KESEHATAN

    Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang menegaskan urgensi Reformasi dan Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia. Sejarah perjalanan reformasi kesehatan, baik sebelum maupun sesudah pandemi, menunjukkan bahwa sistem kesehatan nasional harus mampu berevolusi mengikuti dinamika global. Dalam konteks inilah peserta perlu memahami bagaimana transformasi kesehatan berkembang di tingkat global dan bagaimana Indonesia merespons tantangan tersebut melalui berbagai kebijakan strategis.

    Untuk menggerakkan transformasi yang efektif, diperlukan pendekatan yang sistematis dan berbasis pembelajaran. Konsep Learning Health System menjadi landasan penting agar sistem kesehatan mampu beradaptasi, belajar dari pengalaman, dan memperbaiki diri secara berkelanjutan. Selain itu, transformasi sistem kesehatan—beserta transformasi tematik di dalamnya—memerlukan kemampuan analitis, termasuk penggunaan diagnostic tools untuk mengidentifikasi masalah inti dan merancang solusi berbasis bukti.

    Keterkaitan antara transformasi kesehatan dengan kebijakan pendanaan, desentralisasi, dan kepemimpinan juga menjadi aspek kunci yang akan dibahas dalam rangkaian webinar dan workshop ini. Dengan memahami hubungan kompleks antar komponen tersebut, peserta diharapkan mampu melihat gambaran besar sekaligus menilai kesiapan Indonesia dalam menjalankan reformasi kesehatan secara komprehensif, terukur, dan berkelanjutan.

    Tujuan Umum

    meningkatkan kapasitas peserta dalam menganalisis Reformasi dan Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia secara komprehensif, mulai dari sejarah, penggunaan Learning Health System, transformasi tematik, diagnostic tools, pendanaan dan desentralisasi, hingga peran kepemimpinan

    Tujuan Khusus

    Setelah mengikuti rangkaian webinar dan workshop ini, peserta diharapkan mampu memahami:

    • Sejarah Reformasi dan Transformasi  sektor Kesehatan di Indonesia dalam konteks perkembangan transformasi kesehatan global pasca Pandemik Covid19.
    • Pengggunaan Learning Health System dalam mengembangkan transformasi kesehatan.
    • Transformasi sistem kesehatan, dan transformasi tematik di dalamnya
    • Diagnostic Tool untuk melakukan Reformasi secara tematik.
    • Transformasi Kesehatan, kebijakan pendanaan dan desentralisasi kesehatan.
    • Transformasi Kesehatan dan  Kepemimpinan sektor Kesehatan.

    Pengampu Mata Kuliah (Koordinator)

    Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc.,Ph.D

    trisnantoro@ugm.ac.id

    Departemen Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

    Ilmu Kesehatan Masyarakat

    Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah 

    Dosen Pengajar

    1. Prof. Peter Berman (Emeritus Professor Harvard University)
    2. Dr. Abdul Wahid, M.Phil., Ph.D
    3. Rimawan Pradiptya, S.E., M.Sc., Ph.D
    4. M. Faozi Kurniawan, SE, MPH
    5. dr. Muhammad Hardhantyo Puspo Wardoyo, MPH, Ph.D, FRSPH  
    6. Shita Listya Dewi, SIP, MM, MPP
    7. dr. Likke Prawidya Putri, MPH, Ph.D
    8. Agus Salim, MPH
    9. Andreasta Meliala MPH
    10. Dr.dr. Ida Safitri Laksanawati SpA(K) 
    11. Dr. Cahya Dewi Satria, M.Kes, Sp.A (Direktur SDM RS Soeradji)
  • Kuliah 1. Memahami Konsep Reformasi Kesehatan dengan Menggunakan Perspektif Learning Health System

    Seri kuliah ini dimulai dengan isi memahami Konsep Reformasi Kesehatan yang sudah dicanangkan sejak tahun 1980an oleh masyarakat internasional. Setelah itu akan ada pembahasan mengenai reformasi kesehatan dengan menggunakan perspektif Learning Health System. Mengapa perlu penggunaan Learning Health System, menjadi hal menarik untuk dibahas.

    • Kuliah 2. Reformasi dan Transformasi Sektor Kesehatan di Global dan Indonesia

      Sesi ini membahas mengenai perkembangan reformasi kesehatan di berbagai negara. Akan dibahas reformasi di berbagai tingkat sistem dan berbagai elemen kunci sistem (misalnya pembiayaan, organisasi/pelaksanaan, pengelolaan/regulasi). Pengalaman di Indonesia akan dibahas dalam konteks internasional

      • Kuliah 3. Sejarah reformasi kesehatan di Indonesia sampai diberlakukannya UU Kesehatan 2023

        Sesi kuliah ini membahas mengenai apa yang terjadi dalam reformasi sektor Kesehatan di Indonesia. Di dalam perkuliahan Sesi 2 akan dibahas beberapa isu:

        • Situasi awal sector kesehatan di tahun 2000an dengan berbagai UU yang terbit pasca reformasi politik 
        • Apakah terjadi reformasi Kesehatan yang menyeluruh, atau tidak?
        • Kegagalan memasukkan UU SJSN (2004) dan UU BPJS (2011) dalam OBL UU Kesehatan 2023
        • Apakah kebijakan transformasi dapat disebut sebagai sebuah reformasi?
        • Bagaimana aspek politik dalam proses selama 25 tahun ini?
        • Kuliah 4. Kegagalan sistem pendanaan kesehatan di Indonesia untuk menjangkua seluruh masyarakat dan keberlangsungan finansial

          “12 Tahun Kebijakan JKN dalam 3 Periode:  Apakah merupakan reformasi sektor kesehatan secara menyeluruh”

          Sesi ini membahas perkembangan JKN pada masa Pra pandemi COVID-19 (2014-2019), Pandemi Covid-19 (2020 - 2022) dan Post Pandemi Covid-19 (2023 - saat ini). Perubahan sistem pendanaan ini akan dibahas melalui perspektif Reformasi Kesehatan dengan menggunakan data besaran pendanaan kesehatan dibanding GDP.

          Akan dibahas:

          1. Masa depan pendanaan kesehatan dalam era Transformasi kesehatan tanpa ada revisi UU SJSN dan UU BPJS saat ini:

          2. Apakah dapat meningkat jumlahnya? Apakah akan bertumpu pada dana APBN/APBD atau dana swasta

          • Kuliah 5. Transformasi kesehatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan prioritas (Tematik): Kasus Kematian Ibu

            Di Indonesia saat ini masih banyak penyakit atau masalah kesehatan prioritas yang perlu mendapat penanganan serius.  Salah satunya adalah Kematian Ibu. Pada tahun 2007 - 2013 pernah ada program Sister Hospital dengan judul Revolusi KIA di NTT. Program ini mengacu pada prinsip Reformasi Kesehatan. Sesi ini akan membahas relevansi program Sister Hospital, termasuk adanya Manual Rujukan untuk mengurangi Kematian Ibu. Hal ini mencerminkan prinsip bahwa kebijakan reformasi kesehatan/transformasi harus dapat dilakukan di akar rumput. Bukan hanya di atas kertas

            • Kuliah 6. Diagnostik Masalah dengan menggunakan Root Cause Analysis

              Dalam topik tematik Kematian Ibu, penyebab kematian banyak sekali, dan tergantung situasi daerah di Indonesia. Secara garis besar dapat disebutkan kematian dapat berada di masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan, dan nifas. Untuk membahas penyebab kematian perlu dilakukan diagnosis di suatu wilayah sehingga gambaran penyebab dapat jelas. Sesi ini menggunakan pendekatan root-cause-analysis untuk membahasnya.

              • Kuliah 7. Action dalam melakukan transformasi kesehatan di topik Kematian Ibu

                Sesi ini membahas perencanaan di lapangan untuk membahas action dalam penurunan Kematian Ibu. Berdasarkan hasil root-cause-analysis akan dilakukan rencana tindakan dengan pendekatan transformasi/reformasi kegiatan oleh berbagai pihak yang mempunyai sumber daya masing-masing. Sesi ini juga akan menjadi pengantar untuk masuk ke pencapaian indikator kinerja dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan.

                Dalam menurunkan kematian ibu di sebuah kabupatan/kota apa peran Dinas Kesehatan? Apakah ada kelompok kerja yang mempunyai misi mengurangi kematian ibu? Anggotanya adalah pelaku-pelaku yang terkait dengan indikator kematian ibu di level kabupaten/kota. Darimana sumber anggaran terkait intervensi-intervensi yang efektif di kematian Ibu?

                Bagaimana cara kerja kelompok kerja ini:

                1. Apakah melakukan sistem perencanaan tahunan yang spesifik selama 5 tahun ke depan. Misal seperti rapat perencanaan untuk Penurunan Kematian Ibu atau Stunting dll.
                2. Apakah melakukan monitoring bersama selama 5 tahun ke depan?
                • Kuliah 8. Berbagai kasus tematik lainnya dalam Dashboard Sistem Kesehatan (DaSK)

                  Disamping masalah Kematian Ibu dan Bayi, di Indonesia ada banyak masalah prioritas yang membutuhkan penanganan. Sesi ini membahas berbagai topik tematik yang menggunakan pendekatan transformasi kesehatan di level propinsi dan kabupaten/kota. Penanganannya dengan menggunakan platform digital, yang disebut sebagai DaSK

                  • Kuliah 9. Hubungan Sistem Pengelolaan Kesehatan Pusat dengan Daerah dalam konteks UU Kesehatan 2023 dan UU SJSN/UU BPJS

                    Kebijakan Desentralisasi di bidang Kesehatan menempatkan keputusan anggaran ada di level propinsi dan kabupaten/kota disamping oleh APBN. Situasi yang terjadi saat ini ada tekanan untuk APBN dan mandatory spending dihapuskan, diganti dengan RIBK. Perubahan besar ini membawa pertanyaan mengenai keberlangsungan BPJS, terlebih di saat yang sama Kemenkes melakukan perluasan pelayanan kastropik dalam penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi. Apakah APBD masih banyak yang dapat dipakai untuk membayar permi  BPJS, atau perlu untuk perluasan pelayanan?

                    Sesi ini akan membahas  Perencanaan Pusat dan Daerah dan hubungannya dengan BPJS dari tahun ke tahun, dengan melihat pada bukti empirik yang ada.

                    • Kuliah 10. Rencana Induk Bidang Kesehatan dan Reformasi Kesehatan di Propinsi dan Kabupaten/kota

                      Sesi ini akan membahas pelaksanaan Rencana Induk Bidang Kesehatan dalam konteks Reformasi Kesehatan. DI dalam konsep RIBK jelas tergambarkan bahwa Bidang Kesehatan tidak terbatas pada peran pemerintah saja, namun juga peran masyarakat termasuk dalam pendanaan.

                      Dalam hal ini akan dibahas bagaimana integrasi penganggaran pusat dan daerah, dikaitkan dengan kebijakan alokasi anggaran pusat dalam DAU, DAK dan berbagai cara lainnya. Termasuk di sini apakah memang dana dekonsentrasi tidak dibutuhkan lagi?

                      • Kuliah 11. Kepemimpinan dalam Sistem Kesehatan yang melakukan transformasi

                        Sektor kesehatan yang sedang mengalami transformasi ini bergerak dengan cepat, dan ada kemungkinan terjadi konflik antar organisasi di dalam sektor ini. Seperti diketahui ada organisasi yang bertugas sebagai regulator sistem, ada yang menjadi operator, ada yang menjadi pelaksana, sampai yang mendanai program. Fungsi-fungsi organisasi ini dapat saling silang. Oleh karena itu sektor kesehatan  membutuhkan Kepemimpinan yang mampu memobilisasi seluruh stakeholders dalam situasi transformasi. Siapa yang memimpin kegiatan ini?

                        Lebih lanjut di sebuah organisasi mikro ada berbagai kepemimpinan seperti:  Kepemimpinan Struktural, Kepemimpinan profesi (klinis, epidemiologist), sampai ke pimpinan karyawan. Oleh karena itu transformasi kesehatan membutuhkan pemimpin yang trampil dalam kepemimpinan.

                        • Kuliah 12. Pengembangan Kepemimpinan Klinik dalam sistem rujukan berbasis kompetensi (transformasi rujukan)

                          Salah satu hal menarik dalam transformasi kesehatan adalah perubahan sistem rujukan. Saat ini dikembangkan apa yang disebut sebagai rujukan berbasis kompetensi. Ada 24 kompetensi yang dikembangkan. Disamping itu di RS Kemenkes sudah ada pergantian dimana KSM sudah diganti dengan Departemen yang mempunyai anggaran. Semua hal ini membutuhkan peningkatan kemampuan klinisi sebagai pemimpin

                          • Section 13

                            • Section 14